From Bats to Humans: Mengenal Ancaman Zoonosis Virus Nipah

 

From Bats to Humans: Mengenal Ancaman Zoonosis Virus Nipah

Hidayatu Rohmah, Hasna Muthi Sadida


Belakangan ini, ancaman penyakit yang ditularkan dari kelelawar ke manusia (zoonosis) yang disebut Virus Nipah menjadi sorotan. Sejak pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada tahun 1998, virus ini telah menyebabkan berbagai kejadian luar biasa di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sejak tahun 2001 di Bangladesh, tercatat sebanyak 335 kasus infeksi Virus Nipah dengan 237 kematian, sehingga rasio kematian kasus tercatat sebesar 77,7%. Meski di Indonesia dilaporkan belum ada kasus pada manusia, pemerintah tetap menegaskan untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan. Hal ini disebabkan oleh adanya reservoir alami virus di wilayah Indonesia serta mobilitas penduduk yang tinggi dengan negara yang pernah mengalami wabah. 

Virus Nipah bukanlah penyakit baru, tetapi sifatnya yang mematikan dan berpotensi menular antar manusia menjadikannya ancaman kesehatan masyarakat yang serius. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengertian, penyebab, serta mekanisme penularannya menjadi sangat penting untuk pencegahan terhadap penyakit.

Apa Itu Virus Nipah? 

Virus Nipah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus bernama Nipah Virus (NiV) dan termasuk zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah (Pteropus sp.) merupakan reservoir alami virus ini. Virus tersebut dapat berpindah ke manusia baik secara langsung maupun melalui hewan perantara seperti babi dan kelelawar. 


Bagaimana Cara Penularannya? 

Penularan virus Nipah terjadi melalui beberapa jalur. Penularan zoonotik dapat muncul saat manusia kontak langsung dengan kelelawar buah (Pteropus sp.) atau lingkungan yang terkontaminasi air liur maupun urin hewan tersebut. Virus juga dapat menular secara tidak langsung melalui hewan perantara, seperti babi. Selain itu, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, misalnya nira kurma mentah menjadi salah satu sumber infeksi. Penularan antar manusia pun telah dilaporkan, terutama melalui droplet pernapasan dan kontak dengan cairan tubuh penderita pada situasi kontak erat, seperti di keluarga atau fasilitas pelayanan kesehatan.


Masa Inkubasi Virus Nipah

Masa inkubasi virus Nipah, yaitu rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga muncul tanda penyakit, umumnya berkisar antara 3-14 hari. Namun, pada beberapa laporan kasus, periode ini dapat memanjang hingga sekitar 45 hari. Variasi masa inkubasi yang cukup lebar ini menjadi tantangan dalam deteksi dini dan surveilans, karena individu yang terinfeksi dapat tampak sehat selama beberapa waktu sebelum penyakit berkembang lebih lanjut.


Apa yang Terjadi jika Terinfeksi?  

Setelah masa inkubasi, individu yang terinfeksi mulai menunjukkan gejala, meskipun sebagian kecil (<10%) sempat dilaporkan tidak mengalami gejala sama sekali. Pada tahap awal, gejala yang muncul bersifat tidak spesifik dan mudah disalahartikan sebagai penyakit virus umum lainnya seperti influenza. Gejala awal yang muncul adalah sebagai berikut.

  • demam, menggigil

  • pusing, sakit kepala

  • batuk

  • lemas

  • muntah

  • diare

  • nyeri otot

Pada tahap lanjut, infeksi bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan dan saraf, seperti sesak napas, pneumonia atipikal, kejang, penurunan kesadaran, hingga ensefalitis (radang otak) atau meningitis (radang selaput otak). Pada kasus berat, penderita dapat mengalami koma bahkan berujung pada kematian dengan angka kematian kasus (case fatality rate) diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75% (WHO, 2026).

Selain memantau gejala, penting juga untuk mengetahui faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus ini, diantaranya:

  • Riwayat perjalanan dari wilayah yang terdampak NiV 

  • Kontak dengan kelelawar, makanan yang terkontaminasi kelelawar atau babi

  • Kontak dengan penderita infeksi NiV 

  • Riwayat konsumsi nira atau produk lain dari pohon palem


Bagaimana Cara Mencegah dan Mengendalikannya? 

Dengan gejala awal yang cenderung ringan namun dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa, langkah pencegahan menjadi hal utama yang harus dilakukan. Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Menghindari konsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi kelelawar

  2. Mengkonsumsi makanan dan minuman dalam kondisi bersih dan matang

  3. Menghindari kontak langsung dengan hewan yang sakit, khususnya babi

  4. Memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit virus nipah

  5. Menerapkan protokol kesehatan (Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk, dan memakai masker apabila mengalami gejala)

  6. Menghindari kontak fisik langsung tanpa perlindungan dengan orang yang sakit

  7. Menggunakan APD (gaun pelindung, sarung tangan, masker N95, serta pelindung mata) bagi tenaga kesehatan saat merawat pasien dengan dugaan infeksi virus Nipah

  8. Menempatkan pasien dengan infeksi virus Nipah di ruang perawatan isolasi tunggal dengan menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan benar (semua linen, pakaian, serta limbah dari pasien dianggap sebagai limbah biologis berbahaya dan infeksius).

 

Sumber: https://s.kemkes.go.id/INFONIPAH

Meskipun langkah pencegahan sangat penting, pengobatan tetap menjadi aspek krusial bagi individu yang sudah terinfeksi. Namun, hingga saat ini belum ada terapi spesifik atau vaksin yang sepenuhnya efektif untuk mengobati penyakit virus Nipah. Penelitian terhadap obat dan terapi (seperti antibodi monoklonal 1F5 dan m102.4 serta remdesivir/antivirus) masih dalam tahap awal dan perlu pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan, dosis, dan efektivitasnya (Chan et al., 2025).

Perawatan yang dapat diberikan bersifat suportif dan simptomatik yang bertujuan untuk mengurangi gejala dan komplikasi. Perawatan dapat meliputi pemberian cairan dan nutrisi adekuat, pemberian oksigen, pengendalian kejang dan komplikasi neurologis, serta perawatan intensif di rumah sakit.

Oleh karena itu, Virus Nipah sebagai virus zoonotik perlu menjadi perhatian serius. Pemahaman tentang gejala, jalur penularan, faktor risiko, serta strategi pencegahan dan pengobatan sangat penting untuk meminimalkan dampak infeksi. Dengan pemahaman dan tindakan preventif yang tepat, masyarakat dapat lebih terlindungi dari ancaman Virus Nipah.



Referensi


Aji Wijayanti, K., & Priyo Prawoto, B. (n.d.). Tahun 2025 ANALISIS DINAMIK MODEL PENYEBARAN VIRUS NIPAH PADA MANUSIA DAN KELELAWAR DENGAN PENGARUH VAKSINASI. Jurnal Ilmiah Matematika.

Chan, X. H. S., Haeusler, I. L., Choy, B. J. K., Hassan, M. Z., Takata, J., Hurst, T. P., Jones, L. M., Loganathan, S., Harriss, E., Dunning, J., Tarning, J., Carroll, M. W., Horby, P. W., & Olliaro, P. L. (2025). Therapeutics for Nipah virus disease: a systematic review to support prioritisation of drug candidates for clinical trials. The Lancet. Microbe, 6(5), 101002. https://doi.org/10.1016/j.lanmic.2024.101002

Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas. (2023). Mengenal virus nipah dan gejalanya. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-virus-nipah-dan-gejalanya

Ganguly, A., Mahapatra, S., Ray, S., Chattopadhyay, S., Islam, M. J., Garai, S., Dutta, T. K., Chattaraj, M., & Chattaraj, S. (2025). The rising threat of Nipah virus: a highly contagious and deadly zoonotic pathogen. In Virology Journal  (Vol. 22, Issue 1). BioMed Central Ltd. https://doi.org/10.1186/s12985-025-02728-4

Guidance on NIPAH Virus - National Centre for Infectious Diseases. (n.d.). https://www.ncid.sg/Health-Professionals/Joint-MOH-NCID-Guidances/Pages/Guidance%20on%20Nipah%20Virus%20-%20National%20Centre%20for%20Infectious%20Diseases.aspx

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Surat edaran nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.

World Health Organization: WHO. (2026). Nipah virus. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/nipah-virus

Nam, L. H. (2026). Virus nipah: gejala, penyebaran, risiko, dan hal penting. GEH. https://www.gleneagles.com.sg/id/health-plus/article/nipah-virus-symptoms-treatments-diagnosis


No comments:

Post a Comment

Get in Touch

Feel free to drop us a line to contact us
  • ContactOfficial Account
  • AddressJl. Raya Bandung-Sumedang Km 21, Gedung L2 Lt.3 Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor
  • Emailpnc.unpad@gmail.com

Pages