Fight the Cold: Kenali, Atasi, dan Cegah Hipotermia

 

Bayangkan kamu sedang berada di tengah perjalanan menuju puncak gunung beriringan dengan hujan deras, suhu udara yang menurun drastis, badanmu mulai menggigil tiada henti, dan perjalanan terasa semakin berat. Situasi ini seringkali hanya dianggap sebagai "kedinginan", padahal hal tersebut bisa berubah menjadi kondisi darurat yang berujung fatal. Terlebih lagi akhir-akhir ini berita menunjukkan bahwa Indonesia yang awalnya beriklim tropis, kini mengalami penurunan suhu lingkungan secara signifikan. BMKG melaporkan dua bibit siklon tropis aktif memicu curah hujan tinggi dan angin kencang di wilayah selatan seperti Jawa dan Nusa Tenggara yang dapat mempercepat penurunan suhu udara. 

Banyak kasus yang menunjukkan bahwa pendaki gunung rentan mengalami hipotermia akibat suhu dingin yang ekstrem di ketinggian. Dalam artikel yang ditulis  Ayu, R. S. (2025) di kompas.id, terdapat kasus terbaru yang terjadi pada 17 Agustus 2025 di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, ketika ribuan pendaki merayakan HUT RI ke-80. Dalam peristiwa tersebut, puluhan pendaki mengalami hipotermia dan harus dievakuasi, sementara satu pendaki berusia 24 tahun meninggal dunia akibat hipotermia berat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa hipotermia dapat menjadi ancaman nyata dan dapat berakibat fatal, sehingga pengetahuan tentang hipotermia ini menjadi suatu hal yang sangat penting, apalagi jika kamu berencana untuk pergi mendaki gunung.

Apa itu Hipotermia?

Hipotermia merupakan gangguan medis pada tubuh dimana tubuh mengalami penurunan temperatur suhu secara tidak wajar biasanya disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi panas untuk menyeimbangkan  dan  menggantikan  panas  tubuh  yang  hilang  dengan  cepat  akibat tekanan  buruk  dari luar, yaitu udara dingin disertai angin dan hujan. Sekitar 20% hingga 50% kasus kematian akibat hipotermia dikaitkan dengan fenomena paradoxical undressing. Maksudnya, penderita hipotermia sedang hingga berat dapat mengalami kebingungan, disorientasi, serta kecenderungan melepas pakaian karena muncul sensasi merasa panas padahal sebenarnya tubuh sedang kedinginan.


Kapan biasa terjadi?

Hipotermia biasanya terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memproduksinya. Kondisi ini paling sering muncul pada situasi berikut. 

  • Paparan cuaca dan suhu ekstrem serta udara dingin dalam waktu lama

  • Terpapar udara dingin di ketinggian

  • Terendam dalam air dingin

  • Pakaian yang basah

Selain itu, kelelahan, dehidrasi, dan penurunan daya tahan tubuh seseorang dapat memperburuk hipotermia.


Tanda dan Gejala Hipotermia

  1. Hipotermia Ringan

  • Menggigil

  • Kulit dingin dan pucat

  • Kelelahan

  • Gerakan jadi kikuk (misalnya sulit membuka resleting)

  • Pusing, bingung, atau perubahan mood

  1. Hipotermia Sedang

  • Menggigil hebat

  • Napas melambat

  • Koordinasi menurun (sering jatuh/tersandung)

  • Perubahan status mental (mudah marah, pelupa)

  1. Hipotermia Berat

  • Menggigil berhenti (karena tubuh kehilangan kemampuan untuk menghasilkan panas)

  • Napas dan denyut jantung sulit terdeteksi

  • Disorientasi, perilaku irasional (misalnya membuka baju)

  • Kehilangan kesadaran


Tips Pencegahan Hipotermia Saat Mendaki

  1. Pakai sistem pakaian berlapis (layering)

Base layer: Kaos thermal/merino wool (menyerap keringat). Hindari pakaian berbahan katun. Mid layer: Baju berbahan wol atau bulu (menahan panas). Outer layer: Jaket anti air

  1. Lindungi bagian tubuh yang cepat kehilangan panas

Kepala menggunakan topi/kupluk. Tangan menggunakan sarung tangan atau mitten. Kaos kaki berbahan wol/sintetis, bukan katun. Leher dan wajah menggunakan scarf/balaclava.

  1. Jaga pakaian tetap kering

Ketika pendakian bawa pakaian cadangan (terutama kaos kaki) untuk mengganti pakaian basah. Terdapat ventilasi pakaian seperti resleting dan ketika mulai berkeringat, lepaskan lapisan agar tidak lembap.

  1. Konsumsi makanan tinggi kalori dan minum cukup air

Makanan berkalori tinggi contohnya biji-bijian, kacang-kacangan, ganfum, oat, dll. Makanan berkalori tinggi menyediakan energi yang dibutuhkan untuk menjaga panas tubuh. Hidrasi dengan minum cukup air akan memberikan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu dan menurunkan risiko hipotermia.

  1. Siapkan tempat berlindung seperti tenda, bivak, atau darurat dengan ponco.


Apa yang harus dilakukan?

Penanganan hipotermia berfokus pada penghangatan untuk mengembalikan suhu normal tubuh, pencegahan kehilangan panas lebih lanjut, serta memastikan Airway (jalan napas), Breathing (pernapasan), dan Circulation (sirkulasi) terjaga dan tertangani. Beberapa langkah penanganan pertama apabila seseorang mengalami hipotermia yaitu:

  1. Melepas pakaian apabila basah dan segera menggantinya dengan pakaian kering.

  2. Memindahkan ke tempat yang lebih hangat untuk mengurangi paparan udara dingin.

  3. Melapisi atau membungkus tubuh dengan selimut insulasi thermal (Emergency Thermal Insulation Blanket) untuk mencegah tubuh kehilangan panas.

  4. Mengompres hangat area tubuh pasien yang berpembuluh darah besar seperti aksila (ketiak), dada, femoral (paha), leher, dan punggung agar proses penghangatan lebih efektif. Sebaiknya tidak mengompres bagian ekstremitas meskipun ada keluhan ekstremitasnya dingin, karena hal tersebut dapat membuat darah yang dingin kembali ke inti tubuh dan semakin menurunkan suhu inti tubuh.

  5. Mengkaji tanda-tanda vital; denyut nadi (HR), frekuensi pernapasan (RR), suhu, tekanan darah, dan saturasi oksigen (SaO2).

  6. Memberi minuman hangat non-kafein apabila korban sadar.

Penanganan pertama pada korban dengan hipotermi ini sangat krusial dilakukan karena apabila tidak dilakukan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, bahkan kematian. Komplikasi yang dapat muncul yaitu Frostbite (cedera dan kerusakan jaringan akibat pembekuan/terpapar suhu dingin), Chilblains (peradangan pembuluh darah kecil dan saraf pada kulit), dan komplikasi lainnya.


Checklist Perlengkapan Anti-Hipotermia

Menghadapi kondisi darurat di lingkungan dingin yang berisiko hipotermia membutuhkan persiapan yang tepat. Berikut adalah daftar perlengkapan penting yang sebaiknya dibawa untuk mencegah dan menangani hipotermia saat mendaki.

  • Pakaian kering dan baju hangat (jaket, sweater, hoodie)

  • Pemantik api

  • Sleeping bag (kantung tidur)

Sumber: Gearbox, A. (2024)


  • Emergency Thermal Insulation Blanket (selimut insulasi thermal)


  • Heating pad/buli-buli (bisa juga menggunakan botol) 

Sumber: Happiest Health (2023)


INGAT. Hipotermia bukan sekadar ‘kedinginan’, melainkan ancaman nyata yang bisa merenggut nyawa. Dengan pengetahuan, persiapan, dan kewaspadaan, kita bisa menjadikan pendakian sebagai pengalaman penuh makna, bukan tragedi. Ingat, keselamatan selalu lebih penting daripada mencapai puncak. Karena pulang dengan selamat adalah puncak tertinggi setiap pendakian.









DAFTAR PUSTAKA

Ayu, R. S. (2025). Satu Pendaki Tewas dan Puluhan Dievakuasi akibat Hipotermia di Gunung Bawakaraeng. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/satu-meninggal-puluhan-dievakuasi-akibat-hipotermia-di-gunung-bawakaraeng

Duong, H., & Patel, G. (2024). Hypothermia. StatPearls - NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/portal/utils/pageresolver.fcgi?recordid=68a1b8da15061903427000c6

Firmansyah, R. V., Herdiani, I., & Rosidawati, I. (2019). Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penanganan Pertama Hipotermia Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM MAPALA). Healthcare Nursing Journal, 1(2). https://doi.org/10.35568/healthcare.v1i2.982

Kustina, D. S. W. (2021). Correlation knowledge to hypothermic handling practices in students. South East Asia Nursing Research, 3(1), 23. https://doi.org/10.26714/seanr.3.1.2021.23-27

M, Vishalakshi. (2023). Say goodbye to period pain with heating pads. Happiest Health. https://www.happiesthealth.com/articles/pain-management/say-goodbye-to-period-pain-with-heating-pads

Oddball_Admin. (2023). First aid for Hypothermia: Treatment and Prevention | Vital first aid training services. Vital First Aid Training Services. https://vitalfirstaid.com.au/news/first-aid-for-hypothermia-treatment-and-prevention/

Aditiananingsih, & Isnaini, N. (2020). Pengaruh Edukasi Penanganan Awal Hipotermia dengan Booklet Terhadap Tingkat Peng-etahuan Pada Pendaki Gunung Prau. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.

Coakley, S. (n.d.). Preventing Hypothermia in the Backcountry. TREK for TREVOR. https://www.trekfortrevor.org/hiker-safety/preventing-hypothermia-in-the-backcountry

How to Prevent Hypothermia: Essential Tips for Cold Weather Survival. (2024, June 19). The Future Prepared. https://thefutureprepared.com/preventing-hypothermia

Knapp, K. (2025, June 2). Cold-Weather Hiking Tips. REI. https://www.rei.com/learn/expert-advice/cold-weather-hiking.html

Milne, T. (2025). How To Avoid, Recognize and Treat Hypothermia. Washington Trails Association. https://www.wta.org/go-outside/trail-smarts/how-to/how-to-avoid-prevent-and-recognize-hypothermia

Susilowati, T., Wardani, R., & Imamah, I. N. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku PenangananGawat Darurat Hipotermi pada Pendaki Gunung di OrganisasiPrimapala Ampel Kabupaten Boyolali. Jurnal Ners dan Kebidanan, 7(1), 037-043.

Gearbox, A. (2024). How to choose the best sleeping bag for you. Sea to Summit India. https://www.seatosummitindia.com/blogs/product-guides/how-to-choose-the-best-sleeping-bag-for-you

Herlambang, D. (2025). Hujan Ekstrem Landa Sejumlah Daerah, BMKG: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan. BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika. https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/hujan-ekstrem-landa-sejumlah-daerah-bmkg-waspada-potensi-bencana-hidrometeorologi-sepekan-ke-depan

Herlambang, D. (2025). Indonesia dikepung tiga bibit siklon aktif, BMKG imbau kewaspadaan cuaca ekstrem. BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika. https://www.bmkg.go.id/berita/utama/indonesia-dikepung-tiga-bibit-siklon-aktif-bmkg-imbau-kewaspadaan-cuaca-ekstrem


No comments:

Post a Comment

Get in Touch

Feel free to drop us a line to contact us
  • ContactOfficial Account
  • AddressJl. Raya Bandung-Sumedang Km 21, Gedung L2 Lt.3 Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor
  • Emailpnc.unpad@gmail.com

Pages