Gempa Mengguncang, Sudah Tahu Apa yang Harus Dilakukan?
Hasna Muthi Sadida, Hidayatu Rohmah
Dalam beberapa waktu terakhir, BMKG mencatat aktivitas gempa yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Namun, salah satu yang paling menyita perhatian saat ini adalah gempa dengan kekuatan 7.7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami dan juga diikuti sekitar 2.119 gempa susulan dengan 70 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat (CNBC Indonesia, 2026).
(Sumber: BMKG, 2026)
Berdasarkan laporan BNPB, gempa tersebut telah menyebabkan 111 korban meninggal dunia per 27 Agustus 2026. Selain itu, terdapat 1.678 korban luka-luka yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, serta ada sekitar 179.037 warga yang mengungsi. Ribuan rumah dan bangunan serta fasilitas umum, termasuk fasilitas kesehatan, pun mengalami kerusakan. Hal ini menunjukkan begitu besarnya dampak yang diakibatkan dari peristiwa gempa bumi, meliputi kerusakan fisik dan infrastruktur, serta mengancam keselamatan dan kehidupan masyarakat (RRI, 2026)
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan membawa dampak besar yang tidak selalu dapat diprediksi. Meskipun waktu dan besarnya gempa tidak dapat diprediksi, pengetahuan tentang langkah-langkah kesiapsiagaan dapat membantu kita menghadapi situasi darurat. Jadi, apa saja hal yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa?
Sebelum Gempa: Sudahkah Kita Mempersiapkan Diri?
Gempa bumi memang tidak dapat diprediksi secara tepat, tetapi risiko dan dampaknya dapat dikurangi dengan persiapan yang baik. Berikut adalah hal-hal krusial yang perlu dilakukan dan dipersiapkan sebelum terjadinya gempa bumi.
Meningkatkan pengetahuan tentang gempa bumi, penyebabnya, dan daerah yang rawan terjadi gempa bumi
Dengan mengenali penyebab gempa serta wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, kita dapat lebih memahami risiko di lingkungan sekitar, sehingga membuat kita lebih waspada dan mempersiapkan diri untuk mengambil tindakan yang tepat ketika gempa terjadi.
Memeriksa kondisi rumah dan bangunan
Sebagian besar korban jiwa saat gempa timbul akibat keruntuhan struktur bangunan. Periksa secara berkala retakan pada dinding, atap, serta posisikan peralatan berat diletakkan di bawah atau menempel dengan stabil pada dinding untuk mencegah roboh saat terjadi guncangan
Menyiapkan tas siaga bencana
Tas siaga bencana adalah tas yang berisi peralatan darurat untuk bertahan hidup selama 72 jam saat terjadi bencana. Berikut peralatan yang ada di dalam tas siaga bencana
Air minum dan makanan tahan lama
Kotak P3K dan obat-obatan pribadi
Senter dan baterai cadangan
Peluit
Pakaian ganti & perlengkapan sanitasi
Radio/ponsel/alat komunikasi
Dokumen-dokumen penting (dalam wadah kedap air)
Uang tunai secukupnya
(Sumber: BPBD Kabupaten Bogor, 2021)
Mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi saat terjadi gempa bumi
Berikut nomor telepon penting yang mungkin dibutuhkan saat terjadi bencana.
Ambulans: 119
Kepolisian: 110
Pemadam kebakaran: 113
Search and Rescue (BASARNAS): 115
Kontak penting keluarga dekat dan pihak RT/RW setempat
Mengetahui jalur evakuasi (letak pintu, tangga darurat) dan titik kumpul
Untuk memudahkan proses evakuasi ke tempat yang aman, maka selalu ingat dimana letak tangga darurat dan jalur evakuasi. Perhatikan juga untuk tidak menggunakan lift saat terjadi gempa bumi karena berisiko terperangkap akibat terputusnya aliran listrik.
Menyimpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman
Kebakaran merupakan salah satu bahaya sekunder yang paling sering menyertai bencana gempa bumi akibat kebocoran gas atau korsleting listrik. Untuk itu, simpan cairan atau bahan yang mudah terbakar (seperti tabung gas, bahan bakar, alkohol, atau pembersih kimia) di wadah yang tidak mudah pecah, serta jauh dari sumber panas.
Matikan air, gas dan listrik apabila tidak digunakan
Mematikan aliran air, gas, dan listrik saat tidak digunakan dapat membantu mengurangi risiko kebocoran atau korsleting yang dapat memicu bahaya tambahan saat terjadi gempa bumi.
Melakukan simulasi bencana
Latihan atau simulasi bencana dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana.
Saat Gempa Terjadi: Tetap Tenang dan Lindungi Diri
Gempa tidak memberi banyak waktu untuk berpikir panjang. Oleh karena itu, memahami tindakan yang tepat sebelum guncangan terjadi merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan. Tindakan yang perlu dilakukan pun dapat berbeda, tergantung di mana kita berada saat gempa terjadi.
Jika sedang berada di dalam bangunan
Jangan langsung berlari keluar saat guncangan berlangsung. Terapkan prinsip Drop, Cover, and Hold On: merunduk, kemudian berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh sambil melindungi kepala dan leher, lalu berpegangan hingga guncangan berhenti. Jauhi jendela, lemari, dan benda lain yang berisiko jatuh. Setelah guncangan mereda, evakuasi dengan tetap memperhatikan kondisi sekitar.
Jika sedang berada di luar ruangan
Segera menuju area terbuka dan jauhi gedung, tiang listrik, pohon, atau benda lain yang dapat roboh. Perhatikan juga kondisi tanah dan hindari area yang mengalami retakan.
Jika berada di daerah pegunungan
Waspadai kemungkinan longsor dan jatuhan batu. Jauhi lereng terjal, tebing, dan area yang menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah.
Jika sedang berada di dalam kendaraan
Kurangi kecepatan dan menepi di tempat yang aman. Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat bangunan, tiang listrik, atau pohon. Tetap berada di dalam kendaraan hingga guncangan berhenti.
Jika berada di wilayah pesisir
Gempa kuat atau berlangsung lama dapat menjadi tanda bahaya tsunami. Segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi, serta ikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG.
Di tengah situasi yang penuh kepanikan, mengetahui apa yang harus dilakukan dapat menjadi langkah sederhana untuk melindungi diri.
Setelah Gempa: Jangan Langsung Merasa Aman
Berakhirnya guncangan bukan berarti keadaan sudah sepenuhnya aman. Gempa susulan, bangunan yang melemah, hingga kondisi lingkungan yang berubah dapat menimbulkan risiko baru. Karena itu, tetap waspada dan lakukan beberapa langkah berikut setelah gempa.
Periksa kondisi diri dan sekitar
Pastikan kondisi diri terlebih dahulu, kemudian lihat apakah ada orang di sekitar yang mengalami cedera atau membutuhkan bantuan. Berikan pertolongan pertama sesuai kemampuan dan segera cari bantuan medis jika diperlukan.Evakuasi dengan aman
Jika bangunan mengalami kerusakan atau terdapat arahan evakuasi, segera menuju titik kumpul melalui jalur yang aman. Hindari menggunakan lift dan jangan kembali ke bangunan yang telah mengalami kerusakan.Waspadai gempa susulan
Gempa susulan dapat terjadi setelah gempa utama. Tetap waspada terhadap guncangan berikutnya dan menjauhi benda atau struktur yang berpotensi roboh.Ikuti informasi resmi
Gunakan informasi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, atau pihak berwenang untuk mengetahui perkembangan situasi. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.Jika ada potensi tsunami
Jika berada di wilayah pesisir dan terdapat peringatan tsunami, segera ikuti jalur evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi. Jangan kembali ke pantai sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Sudah Siap Menghadapi Gempa?
Kita mungkin sudah tahu apa yang harus dilakukan saat gempa. Tapi, apakah kita benar-benar sudah siap jika gempa terjadi sekarang? Coba cek kesiapanmu melalui beberapa pertanyaan sederhana berikut.
Coba tanyakan pada diri sendiri:
☐ Apakah saya tahu tempat berlindung yang aman di rumah, kampus, atau tempat kerja?
☐ Apakah saya tahu jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat?
☐ Apakah benda-benda berat di sekitar saya sudah diamankan agar tidak mudah jatuh?
☐ Apakah saya memiliki P3K dan perlengkapan darurat yang mudah dijangkau?
☐ Apakah saya tahu cara melakukan Drop, Cover, and Hold On?
☐ Apakah saya tahu nomor kontak penting dan sumber informasi resmi saat terjadi bencana?
☐ Apakah saya sudah memikirkan siapa di sekitar saya yang mungkin membutuhkan bantuan saat evakuasi?
Kenali Risikonya dan Siapkan Dirimu
Bencana memang tidak bisa kita cegah, tetapi dampak buruknya sangat bisa kita minimalkan melalui tindakan mitigasi yang tepat. Memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri maupun orang di sekitar. Jadi, jangan menunggu gempa terjadi untuk mulai bersiap. Kenali risikonya, siapkan dirimu, tetap tenang, dan bertindak dengan tepat. Karena kesiapsiagaan hari ini dapat menyelamatkan kehidupan di kemudian hari.
Referensi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (n.d.). Antisipasi gempa bumi. https://www.bmkg.go.id/gempabumi/mitigasi/antisipasi-gempabumi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2026, 18 Agustus). BMKG pantau 2.119 gempa susulan di Flores, masyarakat diminta waspada bangunan rusak [Siaran pers]. https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-pantau-2-119-gempa-susulan-di-flores-masyarakat-diminta-waspada-bangunan-rusak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor. (2021, 8 Februari). Isi Tas Siaga Bencana. BPBD Kabupaten Bogor. https://bpbd.bogorkab.go.id/berita/Seputar-OPD/isi-tas-siaga-bencana
U.S. Geological Survey. (n.d.). What should I do DURING an earthquake? U.S. Department of the Interior. https://www.usgs.gov/faqs/what-should-i-do-during-earthquake
CNN Indonesia. (2026). Update korban gempa NTT: 70 meninggal, 132 terluka. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260818171749-20-1393686/update-korban-gempa-ntt-70-meninggal-132-terluka
CNBC Indonesia. (2026). NTT diguncang 2.119 gempa susulan M1,3-6,2, BMKG kasih peringatan ini. https://www.cnbcindonesia.com/news/20260818113018-4-760246/ntt-diguncang-2119-gempa-susulan-m13-62-bmkg-kasih-peringatan-ini
Hanifah, M. R., Prastanti, A. D., & Rahayu, H. S. (2024). Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi melalui Model Pembelajaran Simulasi pada Materi Bumi Kelas VIII. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROFESI GURU, 3(1), 1668–1675. Diambil dari https://seminar.ustjogja.ac.id/index.php/semnas_ppg_ust/article/view/2345
Rri. (2026, August 27). Berapa Total Korban Meninggal Dunia, Luka-Luka dan Pengungsi di NTT? Ini Jawaban BNPB. rri.co.id - Portal Berita Terpercaya. https://rri.co.id/nasional/2683621/berapa-total-korban-meninggal-dunia-luka-luka-dan-pengungsi-di-ntt-ini-jawaban-bnpb
Rri. (2026, August 27). Korban meninggal gempa NTT bertambah, kini capai 111 orang. rri.co.id - Portal Berita Terpercaya. https://rri.co.id/regional/2685109/korban-meninggal-gempa-ntt-bertambah-kini-capai-111-orang
No comments:
Post a Comment