Jangan Panik! Ini Cara Menolong Orang yang Tersedak dalam Hitungan Detik

 Jangan Panik! Ini Cara Menolong Orang yang Tersedak dalam Hitungan Detik 

Hasna Muthi Sadida, Hidayatu Rohmah 

  

Tersedak merupakan kondisi yang dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja, bahkan saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan atau minum. Tersedak sering kali terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan, bahkan pada orang yang tampak sehat. Ketika hal itu terjadi, tindakan cepat dari orang terdekat dapat menjadi penentu antara keselamatan dan tragedi. 

 

Apa Itu Tersedak?

Tersedak (choking) terjadi ketika makanan, minuman, atau benda asing masuk ke saluran napas dan menghambat aliran udara menuju paru-paru. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis karena dapat menyebabkan kekurangan oksigen dalam waktu singkat. Jika tidak segera ditangani, tersedak dapat mengakibatkan kerusakan otak hingga kematian 


Penyebab Tersedak?

Terdapat beberapa penyebab umum tersedak antara lain:

  1. Makanan: potongan daging, permen keras, anggur, kacang, atau makanan yang tidak dikunyah dengan baik sebelum ditelan sehingga menyumbat saluran pernapasan. 

  2. Benda asing: pada anak-anak, benda seperti kelereng, baterai kancing, koin, atau mainan kecil sering menjadi penyebab tersedak karena dimasukkan ke mulut saat bermain. 

  3. Faktor risiko tertentu: makan terlalu cepat, berbicara atau tertawa sambil makan, mengonsumsi alkohol berlebihan, memiliki gangguan menelan (disfagia), gigi palsu yang tidak pas, serta usia lanjut dan usia balita yang lebih rentan mengalami tersedak. 


Tanda-tanda Seseorang Tersedak

  1. Tersedak Ringan

Pada tersedak ringan, jalan napas belum tersumbat total sehingga korban masih bisa:

  • Batuk dengan kuat.

  • Bersuara, berbicara, atau menangis (pada anak/bayi).

  • Bernapas, meski mungkin disertai suara serak atau berdesing.

  1. Tersedak Berat

Pada tersedak berat, jalan napas tersumbat hampir total atau total. Tanda-tandanya meliputi: 

  • Tidak dapat batuk, berbicara, menangis, atau bernapas sama sekali.

  • Memegangi leher dengan satu atau dua tangan (gerakan ini dikenal sebagai tanda universal tersedak).

  • Wajah, bibir, atau kuku mulai membiru atau pucat akibat kekurangan oksigen.

  • Tampak panik, kebingungan, atau syok.

  • Berisiko kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.


Kesalahan yang Sering Dilakukan 

  • Memberi minum air: memberikan air minum saat seseorang tersedak justru dapat membuat benda asing terbawa lebih dalam ke saluran napas atau memicu tersedak yang lebih parah.

  • Mengorek mulut sembarangan: mencoba mengeluarkan benda dengan jari secara membabi buta tanpa melihat dengan jelas posisinya dapat mendorong benda tersebut lebih dalam dan memperparah sumbatan.

  • Menunda mencari bantuan: berasumsi keadaan akan membaik sendiri atau menunggu terlalu lama sebelum menghubungi layanan gawat darurat dapat menghilangkan waktu emas (golden time) penyelamatan, mengingat otak hanya mampu bertahan beberapa menit tanpa oksigen.


Cara Pencegahan

  1. Saat Makan

  • Kunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh sebelum menelan.

  • Potong makanan menjadi ukuran kecil, terutama makanan keras seperti daging, anggur, atau wortel.

  • Hindari berbicara, tertawa, berlari, atau bermain sambil mengunyah/menelan makanan.

  • Batasi konsumsi alkohol berlebihan saat makan, karena dapat memengaruhi refleks menelan.

  1. Pada Anak-Anak

  • Hindari memberikan makanan berisiko tinggi seperti kacang utuh, anggur utuh, permen keras, atau popcorn pada anak balita; potong kecil-kecil atau hindari sama sekali sesuai usia.

  • Jauhkan benda kecil seperti kelereng, baterai kancing, koin, dan mainan berukuran kecil dari jangkauan anak.

  • Selalu awasi anak saat makan dan bermain, terutama pada usia di bawah 4 tahun.

  1. Pada Lansia

  • Pastikan gigi palsu terpasang dengan pas agar proses mengunyah optimal.

  • Sajikan makanan dengan tekstur yang sesuai kemampuan menelan, terutama bila ada riwayat gangguan menelan (disfagia) akibat stroke atau penyakit neurologis lainnya.

  • Dorong untuk makan dalam posisi duduk tegak, tidak sambil berbaring, dan tidak terburu-buru.


Apa yang Harus Dilakukan? 

Langkah pertama adalah menilai tingkat keparahan sumbatan jalan napas. Pada sumbatan ringan, korban masih mampu berbicara, batuk, atau bernapas. Pada kondisi tersebut, anjurkan korban untuk mengeluarkan sumbatan dengan batuk, karena batuk adalah mekanisme alami untuk mengeluarkan benda asing dari jalan napas. Apabila korban tidak bisa berbicara, bernapas, dan batuk efektif, hal tersebut mengindikasikan adanya sumbatan berat. Pada kondisi ini, maka berikut urutan penanganan yang harus dilakukan. 

  1. Back Blows

Lakukan Back Blows sebanyak 5 kali dengan cara

  1. Berdiri di bagian belakang-samping korban

  2. Topang dada korban dengan satu tangan dan condongkan badannya ke depan

  3. Tepuk area punggung menggunakan pangkal telapak tangan.

(sumber: Simpson, 2016)


  1. Heimlich Maneuver/Abdominal Thrust

Setelah memberikan back Blows dan sumbatan belum teratasi, lanjutkan dengan Abdominal Thrust dengan cara:

  1. Berdiri di belakang korban dengan kaki terbuka hingga membentuk posisi kuda-kuda kemudian lingkarkan tangan di area perut

  2. Kepalkan satu tangan tepat di atas pusar dengan menempatkan bagian ibu jari di sisi bagian dalam kepalan tangan

  3. Genggam kepalan satu tangan dengan tangan yang lain dengan erat

  4. Hentakkan ke arah dalam dan atas sebanyak 5 kali

(sumber: Rnpedia and Rnpedia, 2017) 

Penanganan pada Bayi

Pada bayi dengan usia dibawah 1 tahun, tidak dilakukan penanganan dengan abdominal Thrust karena berisiko menyebabkan cedera pada organ dalam. Oleh karena itu, penanganan pada bayi dilakukan dengan cara Back Blows dan Chest Thrust, dengan langkah sebagai berikut. 

  1. Topang tubuh bayi pada posisi tengkurap sepanjang lengan penolong. 

  2. Posisikan kepala bayi lebih rendah dari bagian badan sambil menopang rahang dan dada bayi. 

  3. Lakukan back blow sebanyak 5x

  4. Balikkan korban ke posisi terlentang dengan posisi kepala masih lebih rendah dari badan

  5. Lakukan Chest Thrust sebanyak 5x dengan menekan ke arah dalam dan atas di area tengah dada bayi (di bawah garis puting) menggunakan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) 

 

(sumber: St. John Ambulance, 2026)


Penanganan pada kondisi tertentu (ibu hamil, obesitas, atau pasien di kursi roda) 

Pada ibu hamil atau orang dengan obesitas, teknik abdominal thrust tidak bisa dilakukan karena kondisi perut yang sudah membesar dan berisiko menimbulkan cedera tambahan. Penanganan yang bisa dilakukan adalah menggunakan Chest Thrust. Penanganan ini hampir sama dengan Abdominal Thrust, hanya saja posisi tangan ditempatkan di area dada, bukan perut. Berikut langkah penanganannya. 

  1. Lakukan Back Blows terlebih dahulu sebanyak 5x

  2. Jika sumbatan masih belum keluar, lakukan Chest Thrust sebanyak 5x dengan berdiri di belakang korban, lingkarkan tangan di sekitar bagian dada, bukan perut lalu kepalkan tangan dan hentakkan ke arah dalam serta sedikit ke atas.

(Sumber: Nursekey.com, 2016) 


Apa yang Harus Dilakukan jika Korban Tersedak Tidak Sadar?

Seluruh siklus penanganan, baik dengan back Blows dan abdominal Thrust ataupun Chest Trust sebanyak masing-masing 5x terus dilakukan berulang hingga sumbatan keluar atau korban kehilangan kesadaran. Apabila korban tidak sadar di tengah siklus, maka hentikan penanganan tersebut dan baringkan korban. Segera hubungi tim medis/ambulan (119) dan lakukan CPR/RJP sampai bantuan medis tiba atau korban kembali responsif. 


Tersedak merupakan salah satu kondisi gawat darurat yang menuntut penanganan yang cepat dan tepat karena dapat mengganggu proses pernapasan dan berpotensi mengancam nyawa. Oleh karena itu, dengan bekal pengetahuan terkait dengan penyebab tersedak, tanda-tandanya, langkah penanganan dan pencegahan, serta menghindari kesalahan umum yang sering dilakukan, siapa pun bisa menjadi penolong pertama dan risiko kejadian tersedak dapat diminimalkan. 










Referensi

Ahmad, A. (2022). Management of choking. InnovAiT Education and Inspiration for General Practice, 16(2), 59–64. https://doi.org/10.1177/17557380221137367

Bodrees, M. R., Al Marzooq, H. A. M., Alqatari, H. S., Alramadan, M. A., Al Rebh, H. R. J., Alnahwi, A. H., Alashour, N. H., Alibrahimalali, R. A., AlHussain, E. A., & Aljanubi, H. H. A. (2025). Choking first aid techniques for adults and children by Red Crescent. International Journal of Computational and Experimental Science and Engineering, 11(4), 7324–7334. https://doi.org/10.22399/ijcesen.4009

Choking infant (under 1 year) – St John Australia. (n.d.-b). St John Australia. https://stjohn.org.au/fact-sheet/choking-infant-under-1-year/

CPR Lifeline LLC. (2026). Adult Choking Algorithm (FBAO)| CPR Lifeline. Cprlifeline. https://cprlifeline.net/bls-algorithm/adult-choking/

Kleinman, M. E., Buick, J. E., Huber, N., Idris, A. H., Levy, M., Morgan, S. G., Nassal, M. M., Neth, M. R., Norii, T., Nunnally, M. E., Rodriguez, A. J., Walsh, B. K., & Drennan, I. R. (2025). Part 7: Adult Basic Life Support: 2025 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular care. Circulation, 152(16_suppl_2), S448–S478. https://doi.org/10.1161/cir.0000000000001369

Korycka, K., Mormul, A., Korab, M., & Smalira, J. (2024). Choking in children: Causes, prevention and intervention strategies. Wiadomości Lekarskie, 77(9), 1802–1807. https://doi.org/10.36740/WLek202409123

L, J. (2025). First aid Heimlich Maneuver : Choking Prevention. A and V Pub International Journal of Nursing and Medical Research, 103–105. https://doi.org/10.52711/ijnmr.2025.21

Rnpedia, & Rnpedia. (2017, September 26). How to perform heimlich Maneuver. RNpedia. https://www.rnpedia.com/nursing-notes/fundamentals-in-nursing-notes/how-to-perform-heimlich-maneuver/

Simpson, E. (2016). How to manage a choking adult. Nursing Standard, 31(3), 42–46. https://doi.org/10.7748/ns.2016.e10542

Themes, U. (2016). Foreign Body Obstruction and management. Nurse Key. https://nursekey.com/foreign-body-obstruction-and-management/


No comments:

Post a Comment

Get in Touch

Feel free to drop us a line to contact us
  • ContactOfficial Account
  • AddressJl. Raya Bandung-Sumedang Km 21, Gedung L2 Lt.3 Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor
  • Emailpnc.unpad@gmail.com

Pages